Skip to main content

Posts

Pintaku

"Ya Ilahi, ampuni dan kasihani hambaMu ini. Engkau Maha Pengasih dan Maha Tahu banyak hal menimpa batin, raga dan pikiran. Hamba hanya meminta satu, jangan Kau hilangkan Cinta ini Yang bersandar pada-Mu. Karena Kau amat tahu, hati ini tidak mampu mengusir cinta yang sudah lama kucari bertahun-tahun. Kini hamba amat lemah menghadapi semua ini. Hamba sadar, hati ini tidak kuat hidup tanpa pujaan hatiku. Ya Rabb berikan sedikit daya-Mu yang banyak Itu untuk meletakkan embun-embun cintaku di sisi waktu. Tuntun cinta ini sesuai hidayah-Mu menyejukkan relung hati yang selalu kosong ini. Gelora cinta ini datang lagi menepis rasa sakit yang kerap mengintip di ruas hatiku. Semua rasa-Mu ya Ilahi, beraduk bercampur mengalir ke seluruh relung sum-sum tubuhku. Ilahi, munajatku terus terkirim tanpa henti memenuhi ruang pintaku yang tulus di haribaan-Mu. Hamba mengetuk pintu kasih-Mu. Terus menggema. Mengalir. Tanpa henti. Tak ada henti meminta cinta seorang anak yang lahir secara emosional da...

Puisi: Menanti

malam menanti bintang di langit biru senja mengintip sinarnya dari ufuk mentari tulus memberi sinaran kusandarkan batinku rapat-rapat berharap malam yang indah kutemui berlabu di sini seperti kala ikatan itu masih kuat hanya empat bulan tiada dihadapan kalutnya sukmaku menusuk pori-poriku darahku membeku terdepak di ruas malam bintang tercinta kutunggu tak jua menampakkan gerlap-gerlipnya yang amat kurindukan.Kemana kau?Akankah malam ini kau berharap pengabdianku? hms (18/04/10)

Puisi: Tuhan, Kembalikan Sayapku

sayapku patah terjatuh melukis sakit dengan terluka air mata harap berdoa sayapku diganti Tuhan sayap yang lebih indah memotret jauh pemandangan masa depanku dari titik ini mengais deru bisa kau kembalikan kesempatan indah bersemayam itu? dalam hasratmu yang tulus merebahkan asaku memasung keraguanku terbang bebas ke angkasa luas dari bawah sana apa kau bisa melatihku terbang bebas? aku telah lama layu mendayu cita permintaan terbesarku terima aku kembali

Puisi: Sandaran

Kuserahkan padaMu ya Rabb apa yang kuimpikan dari sekian lama. Kau Yang tahu segala terbaik tuk hamba tercinta. Saya hanya hamba yang kuat keinginan tapi Engkau yang mampu mewujudkan segalanya. Rumah yang separu kuanggap rumahku sendiri kini berat melangkah masuk ke dalamnya. Jasadku mendidih dikejahuan.Kenapa ya Rabbi?

Piara Itik, Ayam, Sapi dan kuda

Usiaku memasuki 5 tahun. Aku merasakan kenikmatan menyaksikan aktivitas Emak di tiap pagi hari.  Emak yang ulet mengerjakan apa saja untuk nilai positif bagi anak-suaminya. Tiap pagi dan petang, Emak memberi makan itik piaraannya yang berjumlah 20 ekor.  Di tangan kiri Emak memegang air dengan ember yang pantatnya kotor penuh tanah bercampur tahi itik. Di tangan kanan Emak memegang air bekas cuci piring di tempat cek berukuran 5 liter.  Tempat itu tiap hari nongrong di tempat cuci piring keluargaku. Semua bekas air cuci piring dari makan yang sudah dibersihkan dimasukkan ke tempat itu. Tempat cek itu sekaligus pengganti ember. Dalamnya, ada kepala ikan, perut ikan, nasi basi. Hampir semua itik Emak bertelur. Wao luar biasa. Jika pagi hari, kandang itik yang ditempatkan di bawah rumah panggung kami memutih oleh telur itik. Pemandangan itu asyik di pagi hari. Aku yang masih kecil menikmati pemandangan itu.  Telur-telur itu dimasukkan dalam ember dan ditampung di bawa...

Puisi untuk Mama

tidak air mata ini menetes ingat Mama. Mama... Kau beri harap pada anakmu ini membawa air mata ini terjatuh tertumpah riuh di malam sepi malam yang dibungkus cahaya harapan Kau kusayangi Dan kucintai Selamanya Mama adalah hidupku meski Mama tidak tahu rasa yang membeku ini bahkan mungkin Mama tak sadar semuanya hati dan raga anakmu ini merindukan Mama berharap kembali baik-baik saja 31/01/2010 (00.35) menginap rumah Maryam. Pada saat yang sama (03.31)

Kisahku (Ganti Emming jadi Bapak)

Kala aku SD, Bapak termasuk memanjaku kalau soal kerja sawah. Paling aku menanam padi dan panen. Mungkin waktu itu fisikku kecil. Dan pello (lemah). Jadi mencangkul, membajak sawah, memupuk, semrot hama dan lainnya semua tugas kakakku. Padahal, kala itu anak seusiaku mengerjakan pekerjaan tersebut dengan bimbingan orangtuanya. Seorang kakakku bernama Khaeruddin 'cemburu' dan menganggap Bapak pilih kasih. Tiap tidak ada Bapak aku ditugasi pekerjaan yang berat yang tidak pernah Bapak mengembang tugaskan padaku. Pernah suatu waktu aku terjatuh di sawah waktu membawa alat pembajak yang cukup berat itu. Untung ada yang menolong. Setelah tiba di rumah aku laporkan ke Emak.Tidak tahu apa Emak memarahi Khaeruddin. Yang jelas tiap aku disuru mengerjakan pekerjaan berat, Kak Heru mengancam. Makanya aku takut. Aku paling tidak suka kalau kakakku ini membandingkan aku dengan temanku yang kuat kerja bersawah, yang bisa membajak dan angkat alat berat. ***** Tahun 1993 Kini aku duduk di...